Real Madrid Disingkirkan Tim Divisi Kedua dari Copa del Rey, Arbeloa: Salah Saya!
BOLAZOLA – Langkah Real Madrid di Copa del Rey harus berakhir lebih cepat dari harapan. Skuat asuhan Alvaro Arbeloa tersingkir di babak 16 besar setelah takluk dramatis dari Albacete lewat gol menit ke-94, dalam laga penuh frustrasi.
Pertandingan berjalan dalam kondisi tak biasa sejak awal. Kabut tebal menyelimuti stadion pada menit-menit pembuka, membuat tempo laga cenderung datar dan minim peluang berbahaya.
Skor imbang 1-1 membuat Madrid tampil lebih dominan usai jeda. Tim asuhan Alvaro Arbeloa meningkatkan kontrol permainan dan kembali mengandalkan bola mati sebagai senjata utama. Namun justru Albacete kembali unggul lewat Jefté pada menit ke-82, membuat situasi semakin genting bagi tim tamu.
Harapan Madrid sempat kembali menyala di masa tambahan waktu. Setelah rentetan sepak pojok, Arda Guler kembali menjadi kreator lewat umpan matang yang disundul indah oleh Gonzalo. Skor 2-2 seolah memastikan laga berlanjut ke babak tambahan.
Namun dalam hitungan detik terakhir, mimpi Madrid runtuh. Jefté kembali mencetak gol penentu, sekaligus memastikan Albacete melaju dan menyingkirkan raksasa Spanyol tersebut.
Arbeloa Ambil Tanggung Jawab
Usai pertandingan, Alvaro Arbeloa tak menutupi kekecewaannya atas hasil ini, terlebih karena ini adalah laga debutnya sebagai pelatih Real Madrid. Dengan nada reflektif, ia menegaskan bahwa standar klub tidak pernah memberi ruang bagi kekalahan, apalagi dari tim kasta bawah.
“Di klub ini, hasil imbang saja sudah terasa buruk, bahkan seperti tragedi. Apalagi kekalahan seperti ini. Rasanya sangat menyakitkan, dan saya yakin para penggemar juga merasakannya,” ujar Arbeloa dalam konferensi pers.
Arbeloa menekankan bahwa kekalahan ini harus menjadi titik evaluasi, bukan akhir dari segalanya. Ia menyoroti keputusan taktik, susunan pemain, hingga pergantian yang sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya sebagai pelatih.
“Jika ada yang harus bertanggung jawab atas kekalahan ini, itu adalah saya. Mulai dari susunan pemain, cara bermain, hingga perubahan selama pertandingan. Kami harus memperbaiki diri dan bersiap untuk pertandingan hari Sabtu,” pungkasnya.
Pukulan Telak untuk Real Madrid
Tersingkirnya Real Madrid dari Copa del Rey menjadi pukulan telak, bukan hanya bagi tim, tetapi juga bagi Arbeloa di awal kepemimpinannya. Dominasi permainan dan peluang yang tercipta tak cukup untuk menutupi kurangnya ketenangan di momen-momen krusial.
Apalagi kekalahan ini terjadi usai mereka takluk dari Barcelona di final Piala Super Spanyol awal pekan kemarin. Tampaknya tekanan Arbeloa akan makin besar jika hasil buruk tak kunjung usai.
Kini, Real Madrid akan mengalihkan fokus ke laga selanjutnya di ajang La Liga dengan menjamu Levante di Santiago Bernabeu, Sabtu (17/01) besok. Tiga poin menjadi harga mutlak jika tekanan pada tim ingin berkurang.



