Tersingkir dari Piala FA, Karakter Sejati Skuad Manchester United Ditantang Keluar
BOLAZOLA – Perjalanan Manchester United di Emirates FA Cup musim ini harus berakhir lebih cepat dari harapan. Setan Merah tersingkir usai kalah 1-2 dari Brighton, Minggu malam waktu setempat, dalam periode transisi yang masih sarat ketidakpastian.
Gol telat Benjamin Sesko tak cukup menyelamatkan United setelah lebih dulu tertinggal oleh Brajan Gruda dan mantan pemain mereka, Danny Welbeck. Kekalahan ini kian menegaskan inkonsistensi United, yang kini menjalani musim tanpa arah jelas pasca pemecatan Ruben Amorim.
Hasil tersebut sekaligus menutup peluang trofi domestik lain bagi United. Dengan kondisi skuad yang belum stabil dan kepemimpinan interim di tangan Darren Fletcher, tekanan terhadap tim makin besar.
Reaksi dan Mental Bertanding Manchester United Disorot
Usai laga, Darren Fletcher menilai kegagalan ini menjadi cerminan tantangan mental yang masih harus dihadapi timnya. Ia mengakui kekecewaan mendalam di ruang ganti, sekaligus menyoroti momen krusial saat United terlambat merespons gol pembuka Brighton.
“Kami sangat kecewa karena tersingkir dari FA Cup. Para pemain jelas merasakan itu. Kami juga kecewa dengan beberapa momen dalam pertandingan, terutama bagaimana kami terlalu lama bereaksi setelah kebobolan gol pertama,” ujar Fletcher dikutip dari laman resmi klub.
Fletcher menekankan bahwa cara tim bangkit setelah ini akan menjadi tolok ukur karakter sejati skuad Manchester United di tengah situasi sulit. Ia menambahkan bahwa meski kondisi mental pemain sedang terpukul, mereka tidak punya pilihan selain segera bangkit.
“Para pemain merasa terluka, kecewa, tapi mereka harus mengangkat diri mereka sendiri karena kami punya laga besar minggu depan,” lanjutnya.
Musim Belum Usai, Target Liga Jadi Prioritas
Di tengah kritik publik dan ketidakpastian manajerial, Fletcher memilih pendekatan realistis terhadap sisa musim. Ia mengakui Manchester United sedang berada dalam periode yang sulit, namun menolak anggapan bahwa musim telah sepenuhnya gagal.
Menurut Fletcher, target paling masuk akal saat ini adalah mengamankan posisi Liga Champions, meski itu mungkin bukan ekspektasi ideal bagi klub sebesar Manchester United.
Dengan trofi yang kian menjauh dan tekanan yang tak kunjung mereda, sisa musim ini akan menjadi ujian nyata bagi Manchester United. Bukan hanya soal kualitas, tetapi tentang kedewasaan, fokus, dan karakter sejati skuat yang ditantang untuk keluar dari keterpurukan.



