Pilih Eddie Howe Gantikan Amorim, Roy Keane: Dia Sesuai dengan Manchester United
BOLAZOLA – Gejolak di kursi manajer Manchester United belum mereda. Setelah memutus kerja sama dengan Ruben Amorim, arah pencarian pelatih permanen Setan Merah kembali menjadi perbincangan.
Kini, satu nama tiba-tiba mengemuka ke permukaan, yakni Eddie Howe. Bukan orang sembarangan, melainkan gelandang legendaris Manchester United Roy Keane, yang memberi rekomendasi.
Laporan ESPN sebelumnya menyebut Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick telah menjalin pembicaraan terkait peran caretaker. Namun bagi Roy Keane, United tak boleh sekadar mencari solusi jangka pendek.
Keane Nilai Howe Punya Profil yang Dibutuhkan United
Menurut Roy Keane, Setan Merah membutuhkan figur dengan ketenangan, pengalaman, dan otoritas yang jelas untuk memulihkan fondasi tim. Dalam pandangannya, Eddie Howe memenuhi kriteria tersebut.
“Saya akan memilih Eddie Howe. Saya menyukainya dan menyukai apa yang sudah dia lakukan. Tim-timnya memainkan sepak bola dengan sangat bagus,” ujar Keane kepada Sky Sports.
Keane menekankan bahwa United saat ini membutuhkan stabilitas emosional di ruang ganti dan di pinggir lapangan. Menurutnya, Howe menawarkan keseimbangan itu, karena dia dikenal tenang, berpengalaman, tapi tetap kompetitif.
“Dia sudah menangani 700 atau 800 pertandingan, dan dia masih relatif muda. Saya menyukai ketenangannya. Manchester United membutuhkan itu. Dia pernah tampil di Liga Champions dan memenangkan trofi. Saya ingin melihat dia berada di sana.,” lanjut Keane.
Pasca-Amorim, Kebutuhan Otoritas Baru di Klub
Masa jabatan Ruben Amorim di Old Trafford berakhir setelah 14 bulan yang penuh naik-turun, dengan catatan rasio poin terburuk klub di era Premier League. Skema 3-4-3 khas Amorim memang konsisten diterapkan, tetapi hasil di lapangan tak pernah benar-benar stabil.
Keane menilai persoalan United kini melampaui sekadar sistem atau formasi permainan. Yang lebih mendesak adalah kehadiran sosok dengan gravitas, yakni manajer yang mampu menanamkan disiplin, arah, dan ketenangan di tengah tekanan besar.
Dalam konteks itu, nama Eddie Howe menjadi simbol kebutuhan baru Manchester United. Bukan lagi eksperimen, melainkan kepastian arah untuk membangun ulang identitas tim di level tertinggi.



