BERITA BOLAEPL

Chelsea Masuk Era Rosenior, Janji Bangun Kembali Identitas Klub

BOLAZOLA – Chelsea resmi membuka babak baru dalam proyek jangka panjang mereka. Penunjukan Liam Rosenior sebagai pelatih kepala hingga 2032 menandai arah berkelanjutan yang ingin dituju.

Liam Rosenior, bukan nama yang datang dengan sorotan glamor ala pelatih elite Eropa. Namun justru di situlah letak pesan yang ingin disampaikan Chelsea. 

Klub memilih sosok yang memahami proses, terbiasa bekerja dalam tekanan struktural, serta memiliki rekam jejak membangun sebuah tim. Keputusan ini juga tidak lepas dari kebutuhan internal Chelsea untuk keluar dari kesuksesan instan. 

Rosenior dan Janji Membangun Identitas Chelsea

Lebih dari sekadar kontrak jangka panjang, penunjukan ini membawa ekspektasi budaya kerja baru. Chelsea ingin kembali dikenal sebagai tim dengan arah permainan yang jelas, hubungan ruang ganti yang kuat, serta kontinuitas filosofi.

Dalam pernyataan perdananya sebagai pelatih Chelsea, Rosenior pun menekankan aspek emosional dan tanggung jawab historis yang melekat pada jabatan ini.

“Saya merasa bangga dan sangat antusias. Butuh kerja keras sepanjang hidup saya untuk sampai di titik ini. Namun berada di klub ini hanyalah awal. Fokus saya adalah memenangkan sesuatu bersama para pemain dan staf di klub yang luar biasa ini,” ujar Rosenior dikutip dari laman resmi klub.

Ia juga menyadari bahwa tugasnya sebagai pelatih The  Blues untuk meraih kemenangan secara konsisten. Rosenior juga meminta para fans untuk percaya kepadanya sebagai pelatih dan staf, serta seluruh pemain.  

“Tugas saya adalah menciptakan identitas dan atmosfer untuk menang secara konsisten.  Saya ingin membangun tim ini untuk jangka panjang.  Mereka (para fans) harus percaya pada klub yang luar biasa ini. Percaya pada para pemain, karena kepercayaan mereka membantu tim ini untuk menang,” jelasnya. 

Ujian Awal di Stamford Bridge

Rosenior sendiri tidak memiliki banyak waktu untuk beradaptasi. Laga semifinal Piala Liga melawan Arsenal akan menjadi debutnya di Stamford Bridge, sekaligus ujian awal terhadap kemampuannya mengelola tekanan besar sejak awal.

Dengan kontrak hingga 2032, Chelsea secara terbuka menunjukkan kesabaran sebagai kebijakan baru. Namun, tantangan terbesar Rosenior bukan hanya soal hasil, melainkan membangun kembali kepercayaan bahwa Chelsea memiliki arah yang jelas.

Sekadar informasi, Chelsea juga baru saja menelan kekalahan di markas Fulham di matchday ke-21 Liga Inggris, Kamis (08/01) dini hari WIB kemarin. Dengan hasil minor tersebut, The Blues tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara Liga Inggris mengantongi 31 poin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *