Chelsea Pecat Maresca, Sudah Tepat atau Blunder?
BOLAZOLA – Keputusan Chelsea mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca menandai kembali rapuhnya stabilitas manajerial di Stamford Bridge. Meski dua trofi internasional berhasil dipersembahkan, hubungan yang kian tegang antara pelatih asal Italia itu dengan struktur internal klub akhirnya mencapai titik tanpa jalan kembali.
Dalam pernyataan resminya, Chelsea menyebut perubahan diperlukan demi menjaga peluang klub di empat kompetisi yang masih berjalan, termasuk target utama lolos ke Liga Champions. Namun di balik narasi resmi itu, muncul gambaran yang lebih kompleks tentang konflik kewenangan, kepercayaan, dan arah jangka panjang klub.
Pemecatan ini juga langsung memicu spekulasi luas, terlebih ketika terungkap adanya komunikasi antara Maresca dan Manchester City. Situasi tersebut membuat perpisahan ini tidak hanya dibaca sebagai respons atas performa tim, melainkan juga sebagai sinyal retaknya relasi internal.
Maresca Bukan Pelatih Biasa, Wahai Chelsea!
Pep Guardiola menjadi salah satu figur paling vokal merespons kepergian mantan asistennya itu dari Chelsea. Pelatih Manchester City tersebut menilai The Blues telah kehilangan sosok penting, bukan hanya dari sisi taktik, tetapi juga karakter.
“Dari sudut pandang saya, Chelsea kehilangan seorang manajer yang luar biasa. Benar-benar pelatih yang luar biasa. Dia juga sosok yang luar biasa sebagai pribadi,” ujar Guardiola dikutip dari The Sun.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan hierarki klub, seraya menggambarkan realitas keras dunia sepak bola modern. Jadi, eks Pelatih Barcelona itu pun mengungkapkan tidak kaget dengan pemecatan Maresca.
“Sepak bola memang seperti ini. Penuh kejutan. Saya hanya bisa mengatakan bahwa saya sangat beruntung berada di klub tempat saya bekerja sekarang,” tambahnya.
Pernyataan Guardiola terasa kontras dengan narasi resmi Chelsea, terlebih mengingat Maresca meninggalkan klub dengan catatan dua gelar juara dan proyek yang belum sepenuhnya matang.
Chelsea Kembali ke Pola Lama
Pergantian pelatih di tengah musim kembali menempatkan Chelsea dalam siklus yang sudah terlalu familiar. Tekanan target jangka pendek kerap berbenturan dengan proses pembangunan tim, menghasilkan keputusan cepat yang berisiko mengulang instabilitas lama.
Chelsea disebut tidak berniat mengubah model klub, dengan hanya sedikit nama yang masuk dalam radar pengganti Maresca. Artinya, fokus tetap berada pada struktur, bukan figur pelatih semata.
Namun pertanyaan besarnya kini bukan siapa pengganti berikutnya, melainkan apakah Chelsea mampu keluar dari pola lama: memecat manajer sebelum fondasi benar-benar terbentuk. Jika tidak, kepergian Maresca bisa menjadi satu lagi episode transisi yang gagal menjawab persoalan utama klub yakni konsistensi dan arah yang jelas.



