BERITA BOLAEPL

Ditahan Imbang Wolves, Manchester United Dinilai Kehilangan Fluiditas Permainan

BOLAZOLA – Manchester United harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Wolverhampton Wanderers 1-1 di Old Trafford sebelum pergantian tahun 2025. Hasil yang terasa pahit mengingat status tim tamu sebagai juru kunci klasemen sementara Liga Inggris. 

Alih-alih mengamankan tiga poin, Setan Merah justru gagal memanfaatkan dominasi kandang mereka. United sempat membuka keunggulan lewat gol Joshua Zirkzee yang berbelok arah, namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. 

Wolverhampton menyamakan kedudukan melalui sundulan Ladislav Krejci sebelum turun minum, memaksa laga berjalan dalam tensi yang semakin rumit bagi tuan rumah. Meski United sempat mencetak gol di menit akhir lewat Dorgu, gol tersebut dianulir VAR karena posisi offside

Evaluasi Amorim soal Kreativitas dan Koneksi Permainan

Ruben Amorim menilai masalah utama Manchester United pada laga ini terletak pada minimnya koneksi antarlini. Ia melihat permainan timnya berjalan kaku dan tidak mengalir, terutama saat menghadapi lawan yang menumpuk pemain di lini belakang.

“Kami kesulitan sepanjang pertandingan. Kami kurang kreatif, dan fluiditas permainan tidak ada karena koneksi antarpemain tidak berjalan dengan baik saat ini,” ujar Amorim kepada Sky Sports dan MUTV.

Amorim juga menegaskan bahwa timnya sudah memperkirakan laga akan berjalan sulit, namun eksekusi di lapangan tidak sesuai harapan. Perubahan taktik dengan menurunkan beberapa penyerang sejak awal pun tidak memberi dampak signifikan.

“Penampilan kami tidak bagus. Kreasi tidak berjalan, fluiditas permainan juga tidak ada. Kami tahu akan kesulitan ketika mereka bertahan dengan banyak pemain, dan hari ini kami benar-benar kekurangan itu,” tambahnya.

Posisi Manchester United di Klasemen dan Tantangan Berikutnya

Hasil imbang ini membuat Manchester United gagal meraih poin maksimal di kandang sendiri dan berpotensi tertinggal dari pesaing di papan atas klasemen Liga Inggris. Tambahan satu poin tidak cukup membantu mereka menembus posisi empat besar.

Secara statistik, United unggul dalam penguasaan bola dan jumlah percobaan tembakan, tetapi efektivitas di sepertiga akhir lapangan menjadi persoalan utama. Kurangnya kreativitas saat menghadapi blok rendah kembali menjadi catatan berulang musim ini.

Ke depan, Amorim dituntut segera menemukan solusi untuk meningkatkan fluiditas permainan timnya. Dengan jadwal padat dan tekanan hasil yang terus meningkat, Manchester United tidak memiliki banyak ruang untuk mengulang performa stagnan jika ingin tetap bersaing di papan atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *